Nyadran: Tradisi Peninggalan Leluhur yang Menjaga Hubungan dengan Alam dan Leluhur
Kalimanggis, 3 Februari 2025 – Nyadran, sebuah tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa, kembali digelar dengan penuh khidmat di berbagai desa. Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan usaha untuk menjaga keseimbangan alam. Pada tahun ini, Nyadran berlangsung dengan meriah di banyak desa di daerah Jawa Tengah dan Khususnya Di Desa Kalimanggis.
Nyadran adalah tradisi yang diadakan sebelum bulan Ramadan, Mulai bulan Rajab-Ruwah Kalender Jawa dan untuk wilayah dusun di desa kalimanggis mempunyai hari sendiri-sendiri untuk melaksakan nyadran khususnya pada hari Jum’at, di mana masyarakat mengunjungi makam leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, nyadran juga melibatkan kegiatan seperti gotong royong membersihkan area sekitar makam, memasak makanan khas, serta mengadakan doa bersama. Masyarakat percaya bahwa melalui acara ini, mereka bisa mendapat berkah dan menjaga hubungan spiritual dengan nenek moyang.
Di dusun Pringkuda desa kalimanggis dilaksanakan pada hari Jum’at Legi bulan rajab.yang hari tersebut sudah terlaksana turun menurun yang tidak bisa di geser.
Dalam perayaan Nyadran Dusun pringkuda kali ini, berbagai kegiatan turut diadakan untuk memperkuat rasa kebersamaan, seperti makan Bersama,Pentas kesenian,Pengajian Umum dan Gebyar sholawat Robana.
Nyadran juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan mempererat tali silaturahmi. Banyak orang yang datang dari luar kota untuk mengikuti tradisi ini, merayakan bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman.
Dengan semakin berkembangnya zaman, Earga Dusun Pringkuda umumnya desa Kalimanggis yang berupaya untuk mempertahankan tradisi ini agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang. Meski ada tantangan dalam mempertahankan budaya lokal di tengah modernisasi, Nyadran tetap menjadi simbol kekuatan budaya Jawa yang tak lekang oleh waktu.
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook